Jelang Suro, Pemkab Magetan Gelar Rakor Antisipasi Konflik Antarperguruan Silat

Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Suro dan Tim Kewaspadaan Dini Daerah di Pendapa Surya Graha, Kamis (11/6/2026).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gesekan antar perguruan beladiri serta konflik internal menjelang bulan Muharram / Suran Agung 2026.

Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd, menegaskan bahwa wilayah Magetan harus mencapai target zero konflik agar tetap aman, nyaman, dan kondusif selama perayaan Suro.

“Perlu langkah antisipasi untuk mencegah konflik. Harus ada kebersamaan antarperguruan dan saling mempererat tali silaturahmi. Pada dasarnya kita ini bukanlah musuh melainkan saudara,” ujar Nanik dalam sambutannya.

Guna mewujudkan situasi yang kondusif, Pemkab Magetan bersama Forkopimda merumuskan lima upaya strategis, di antaranya:

  • Penyelenggaraan Turnamen Rutin: Mewadahi generasi muda untuk berprestasi dan membangun kerukunan.
  • Koordinasi Berkala: Pertemuan rutin antara ketua dan tokoh perguruan silat dari tingkat kabupaten hingga desa.
  • Penebalan Pengamanan: Sinergi pengamanan ketat oleh aparat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
  • Counter Hoaks: Identifikasi fanatisme berlebih dan menangkal berita bohong (hoax) di media sosial yang memicu kesalahpahaman.

Penegakan Hukum Tegas: Mendesak pimpinan perguruan silat untuk proaktif. Jika terjadi pelanggaran kamtibmas oleh oknum anggota, pihak perguruan wajib membantu menyerahkan pelaku ke aparat penegak hukum dan dilarang mengaitkan masalah pribadi dengan nama organisasi.

Rakor ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Magetan, perwakilan TNI/Polri, jajaran intelijen, instansi vertikal serta para ketua perguruan silat se-Kabupaten Magetan.(Prokopim/gtm/ahm)