Gubernur Jatim Tekankan Sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat Pada Musrenbang RPJMD dan RKPD 2027

Pemerintah Provinsi Jawa Timur gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4), dengan fokus pada arah pembangunan tahun 2027 yang menitikberatkan pada penguatan pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi berkualitas.

.

Bupati Magetan Bunda Nanik hadir langsung bersama Ketua DPRD dan perwakilan Bapperida Kabupaten Magetan.

.

Acara ini menghadirkan seluruh pemangku kepentingan Provinsi Jawa Timur, mulai dari Kementerian/Lembaga, yang mendatangkan tiga menteri sekaligus yakni, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) Rachmat Pambudy, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo, dan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya. Tidak hanya itu hadir juga Wamendagri Ribka Haluk , Jajaran Forkopimda Jatim, perwakilan negara sahabat, instansi vertikal, hingga seluruh pihak berkepentingan terkait pembangunan di Provinsi Jawa Timur.

.

Selain penandatanganan berita acara Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2023 dan RKPD Tahun 2026, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan penganugerahan perencanaan kabupaten/kota terbaik tahun 2025, yang diraih oleh, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Jombang untuk kategori kabupaten. Sedangkan untuk kategori kota, diberikan kepada Kota Malang, Kota Pasuruan, dan Kota Madiun.

.

Usai membuka acara, Gubernur Khofifah menyampaikan, Musrenbang ini merupakan ruang untuk memperkuat peran Forkopimda Jatim dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Provinsi Jawa Timur. Ia tekanan semoga kunjungan Nawa Bhakti Satya yang digagasnya bisa disinkronisasi sesuai dengan Asta Cita dari pemerintah pusat.

.

“Pembangunan merupakan hasil kolaborasi kerja keras banyak lini, maka mari kita bergandengan tangan, dengan seluruh elemen strategi yang ada di Jawa Timur supaya dapat berseiring bersama membangun langkah-langkah strategi ke depan demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menyatakan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tetap berjalan di tengah ketidakpastian global, dengan berpedoman pada RPJMD daerah serta RKP pemerintah pusat. “Tema besar kita adalah pertumbuhan berkualitas dari investasi, produktivitas, dan industri. Tapi di tahun 2027, fokus kita adalah pelayanan dasar yang dikaitkan dengan pertumbuhan berkualitas,” ujarnya.

.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan dari pusat hingga daerah agar seluruh program berjalan efektif untuk kesejahteraan masyarakat.

.

“Dari Bappenas itu ingin memastikan bahwa semua perencanaan yang diarahkan oleh Bapak Presiden di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa,” katanya.

.

“Dan kalau ada kesulitan apa-apa di tingkat provinsi, kabupaten, dan kecamatan, desa, kami para menteri harus bisa menyelesaikan dan memastikan bahwa perencanaan itu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” pungkasnya.

.

Musrenbang 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang solid dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang adaptif, inklusif, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.(Prokopim/adm/KD1)