Bupati Magetan memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para anak muda yang tampil dalam pertunjukan bertajuk Hilirisasi Digital Stagecraft dan Kinesiologi Tari: Transformasi Sanggar Mahalawu menuju Pusat Inovasi Seni Tradisi Unggulan di Magetan pada Sabtu (24/10) di Pendopo Surya Graha.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Danar Hendratmoko menyatakan bahwa melalui Program Inovasi Seni Nusantara, Mahalawu Dance Studio mendapat lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga ilmu bermanfaat.
“Pelatihan tari, pelatihan lighting, penciptaan karya tari baru yang malam hari ini dirilis dan disaksikan bersama sebagai perwujudan dari ilmu bermanfaat yang didapatkan dari PISN,” ujarnya.
Danar mengaku, setelah mendapat PISN, terdapat peningkatan kualitas guru dan murid. Tak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih profesional. Dampak paling nyata, peningkatan jumlah murid, jumlah karya, kualitas sarana prasarana yang lebih modern.
Wakil Dekan Keuangan dan Umum Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, Renaldi Lestianto Utomo Putro mengatakan bahwa pertunjukan malam ini adalah puncak kegiatan PISN. Hasil program inovasi ditampilkan secara khusus oleh Mahalawu, kerjasama dari Prodi Tari dan Prodi Koreografi FSP ISI Surakarta.
“Semoga hasil kolaborasi dengan kedua prodi ini dapat memberikan manfaat bagi bapak ibu sekalian, berupa kesan mendalam,” tambahnya.
Atas nama Pemkab Magetan, Bupati Magetan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Sanggar Mahalawu Dance Studio, FSP ISI Surakarta, dan semua pihak yang terlibat dalam pertunjukan malam ini.
Pertunjukan malam ini menjadi bukti bahwa seni tradisi di Magetan tidak hanya lestari, tetapi juga dinamis untuk menjawab tantangan digital masa kini.
Di era digital dan globalisasi, Bupati menaruh harapan besar di pundak anak-anak muda Magetan. “Kalian tidak hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga aktor utama yang membawa perubahan,” ujar Bunda Nanik.
Bupati Magetan mengajak seluruh pelaku seni, budayawan, sanggar seni di Magetan untuk terus berkreasi dan melompati batas kebiasaan tanpa meninggalkan akar tradisi.(Prokopim/nn/KD1)














