Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (27/7), sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan energi, serta percepatan Program 3 Juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan keempat Juli 2026. Komoditas yang masih menjadi penyumbang utama perubahan harga antara lain cabai, bawang merah, beras, minyak goreng, dan telur ayam ras.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok pangan nasional tahun 2026 dalam kondisi aman serta mengajak pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI guna menjaga keterjangkauan harga dan mengendalikan inflasi.
Sementara itu, BPH Migas memastikan pasokan BBM bersubsidi dan LPG nasional tetap aman meski konsumsi Solar dan Pertalite meningkat. Distribusi BBM di wilayah Jawa, termasuk Jawa Timur, dilaporkan berjalan normal dengan kesiapan penambahan pasokan apabila terjadi lonjakan permintaan.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong pemerintah daerah mempercepat implementasi Program 3 Juta Rumah melalui percepatan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan pemberian kemudahan BPHTB bagi MBR. Pemerintah Kabupaten Magetan mengikuti rakor dari Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha yang dihadiri Sekretaris Daerah Magetan Welly Kristanto, perwakilan Forkopimda, serta anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Magetan.(Prokopim/adm/bee








