Pemerintah Kabupaten Magetan memberikan apresiasi tinggi terhadap peran sektor swasta dalam mendukung program strategis nasional. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristianto, saat mewakili Pj. Bupati Magetan, Bunda Nanik, dalam acara peluncuran (launching) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Taman Arum, Kecamatan Parang, Sabtu (10/1).
Kehadiran Sekdakab Magetan di tengah masyarakat Parang ini menandai dimulainya operasional dapur produksi yang dikelola oleh Yayasan Anugrah Cahaya Abadi. Program ini dirancang untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui penyediaan makan siang bergizi.
Dalam sambutannya, Welly Kristianto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak yayasan yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Magetan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magetan, kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Anugrah Cahaya Abadi yang ikut serta ambil bagian dari program pemerintah, dalam hal ini program Makan Bergizi Gratis,” tutur Welly.
Ia menambahkan bahwa saat ini Pemerintah Indonesia tengah menggencarkan berbagai program strategis nasional. Keberhasilan program-program tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat karena muara dari kebijakan ini adalah peningkatan kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Selain fokus pada aspek kesehatan dan gizi, Sekdakab Magetan juga menitipkan pesan penting terkait pemberdayaan ekonomi lokal. Ia berharap keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Taman Arum dapat memberikan dampak domino (multiplier effect) bagi pedagang di sekitar.
“Dengan adanya Dapur MBG di Taman Arum, kami berpesan agar pihak yayasan dapat membelanjakan bahan baku olahannya di pedagang lokal. Hal ini penting agar perekonomian masyarakat Desa Taman Arum maupun masyarakat di Kecamatan Parang turut meningkat,” tegasnya.
Acara peresmian ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimca Kecamatan Parang, tokoh masyarakat serta warga setempat.(Prokopim/gtm)










