Tekan Masalah Sampah Sejak Dini, Kang Suyat Dorong Pembentukan Karakter Kebersihan di Sekolah

Pemerintah Kabupaten Magetan terus berupaya mencari formulasi terbaik dalam menangani permasalahan sampah daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, saat memberikan arahan di hadapan para guru dan pengurus OSIS dalam kumpul bareng di SMPN 1 Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Jumat (25/9).

Dalam pemaparannya, Kang Suyat mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Magetan mencapai sekitar 350 ton setiap harinya. Namun, kapasitas angkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini baru mampu menampung sekitar 40 ton per hari dengan biaya operasional armada yang cukup tinggi.

Kondisi ini menyebabkan sebagian sampah masih berserakan di pinggir jalan maupun aliran sungai, yang pada akhirnya memicu banjir akibat tersumbatnya saluran drainase.

Ia juga menyinggung bahwa negara akan maju ketika negara itu mampu menjaga kebersihan, “Negara yang maju itu kunci utamanya adalah bersih. Kebersihan itu bentuk dari kedisiplinan dan ketertiban sosial yang membangun karakter masyarakat,” ujar Kang Suyat.

Mengaca dari pengalamannya saat berkunjung ke Korea Selatan, Kang Suyat menyoroti bagaimana budaya masyarakat di sana dalam mengelola sampah pribadi tidak lepas dari edukasi dan pembiasaan sejak masa sekolah. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa reduksi sampah dari hulu dan pembentukan kesadaran lingkungan harus dimulai dari lembaga pendidikan.

“Pintu utamanya hanya satu, yaitu dari sekolah kita harus mendidik anak-anak sejak dini. Edukasi kebersihan dan kepedulian lingkungan ini merupakan bagian dari amaliyah dan ibadah kita bersama,” tambahnya. Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap seluruh elemen sekolah, mulai dari jajaran pendidik hingga pengurus OSIS, dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan pemilahan sampah dan penanaman karakter peduli