Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, menghadiri acara family gathering Kader Sang Surya Muhammadiyah wilayah Jawa Timur yang digelar di Red Hotel Sarangan, Sabtu (27/6/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Suyat menyampaikan sejumlah data capaian ekonomi sekaligus tantangan investasi yang dihadapi Kabupaten Magetan.
Di hadapan para tokoh dan kader Muhammadiyah Jawa Timur, Kang Suyat mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan di awal tahun 2026 mencatatkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pertumbuhan ekonomi Magetan menyentuh angka 5,85%, melampaui pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi maupun nasional.
“Pertumbuhan ekonomi awal tahun ini kita untuk pertama kalinya kita 5,85%, melewati provinsi sama nasional. Untuk pertama kali dalam sejarah ini,” ujar Kang Suyat disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia menjelaskan bahwa di saat sektor industri besar sedang mengalami kelesuan, perekonomian Magetan justru tetap tumbuh berkualitas dan merata karena ditopang oleh sektor pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan juga menunjukkan performa yang lumayan baik, berada di peringkat kedua se-Madiun Raya setelah Kota Madiun.
Meski pertumbuhan ekonomi meroket, Kang Suyat tidak menutupi adanya persoalan di tingkat peternak. Saat ini, populasi ayam petelur di Magetan mencapai 2.600.000 ekor, di mana secara kualitas masuk dalam kategori premium yang biasanya memasok kebutuhan pasar Kramat Jati. Sementara untuk ayam potong, populasinya mencapai 22.400.000 ekor dalam satu siklus setahun.
Namun, melimpahnya produksi ini sedang dibarengi dengan jatuhnya harga di tingkat peternak. Kang Suyat menyebut harga telur saat ini berada di kisaran Rp19.000 per kilogram.
Merespons hal tersebut, dengan nada berseloroh ia meminta para kader Muhammadiyah Jawa Timur untuk membelanjakan uang sakunya dengan membeli telur langsung dari kandang-kandang peternak di Magetan sebelum pulang.
Selain sektor pangan, Wakil Bupati Magetan juga mengakui bahwa tantangan geografis Magetan yang jauh dari akses jalan tol menjadi salah satu alasan investor enggan masuk.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kang Suyat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memangkas habis birokrasi perizinan demi menarik minat investor.
.
Di akhir sambutannya, Kang Suyat berharap forum family gathering ini dapat membawa kemanfaatan besar dan meminta bantuan para kader Muhammadiyah untuk turut mengenalkan serta mempromosikan potensi investasi yang ada di Kabupaten Magetan.
(Prokopim/gtm)









