Peringati 1 Muharram 2026, Kang Suyat Ajak Warga Jaga Kebersihan Lewat Momentum Wayang Kulit

Dalam rangka memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 2026, Pemerintah Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, menggelar acara pagelaran wayang kulit yang bertempat di Area Makam Ronggo Galih pada Kamis malam, 18 Juni 2026.

Acara budaya ini menghadirkan dalang Ki Alex dengan membawakan lakon spiritual “Semar Mateges”.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, yang memberikan sambutan hangat di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi.

Dalam sambutannya Kang Suyat menekankan pentingnya memaknai 1 Muharram sebagai momentum transformasi diri dan sosial ke arah yang lebih baik.

Lebih lanjut Kang Suyat menyampaikan bahwa peringatan 1 Muharram tidak hanya sekadar ritual keagamaan dan pelestarian budaya lokal seperti kirab pusaka, bubur suro, maupun pawai obor, melainkan sebuah refleksi atas hijrahnya Nabi.

“Makna 1 Muharram dikaitkan dengan masa hijrah Nabi, yang pada intinya untuk kehidupan sekarang ini bagaimana kita melakukan transformasi dari sesuatu yang tidak baik menjadi baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kang Suyat.

Secara khusus, beliau menyoroti salah satu poin penting transformasi perilaku yang perlu diadopsi masyarakat Magetan, yaitu mengenai pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Beliau mengingatkan kembali musibah banjir yang sempat melanda beberapa wilayah di Kabupaten Magetan akibat saluran drainase yang tersumbat oleh sampah.

Wakil Bupati Magetan juga mengajak warganya untuk meniru kedisiplinan negara-negara maju, seperti Jepang, dalam hal menjaga kebersihan. Ia mencontohkan bagaimana suporter sepak bola Jepang yang viral karena selalu membersihkan area stadion secara mandiri setelah pertandingan usai.

“Kalau kita mau maju, salah satu ukurannya, salah satu indikatornya adalah soal kebersihan di sekitar kita. Karena itulah gambaran dari kehidupan masyarakat kita yang disiplin secara sosial,” tambahnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tokoh wayang secara simbolis kepada Ki Alex, menandai dimulainya pagelaran lakon “Semar Mateges”.(Prokopim/gtm)