Politeknik Negeri Madiun (PNM) terus menjalin kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Magetan. Langkah ini menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam memajukan potensi daerah berbasis riset terapan dan pendidikan vokasi.
Direktur PNM, Dr. Muhammad Taali, S.E., M.M menyampaikan bahwa sebagai lembaga pendidikan vokasi, PNM selalu menitikberatkan fokusnya pada praktik lapangan dan penelitian yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen ini telah dibuktikan pada tahun 2025 lewat program penelitian dan pengembangan usaha di Kampung Susu, Magetan. Melalui inovasi PNM, peternak setempat difasilitasi mesin pengolah susu menjadi sabun dan yogurt, yang berhasil meningkatkan nilai tambah produk dan terus berkembang hingga sekarang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan serius yang diberikan PNM dari hulu ke hilir hingga produk dapat diterima masyarakat.
Melanjutkan kesuksesan tersebut, pada tahun 2026 ini PNM dan Pemkab Magetan sepakat untuk memperluas jangkauan kerja sama ke sektor industri kulit agar komoditas unggulan Magetan tersebut juga mendapatkan sentuhan inovasi yang serupa.
Menanggapi sinergi ini, Bupati Magetan, Bunda Nanik menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata yang telah diberikan oleh civitas akademika PNM.
“Kerja sama ini adalah langkah strategis untuk membawa produk unggulan kita naik kelas. Kita ingin peternak sapi perah di Singolangu bisa lebih sejahtera dengan memanfaatkan teknologi riset terapan dari PNM agar produk lokal kita punya daya saing yang lebih tinggi di pasaran,” ujar Bupati Magetan.
Lebih lanjut, Bupati memberikan arahan kepada dinas terkait, khususnya Dinas Peternakan dan Perikanan serta dinas terkait lainnya, untuk turut mengawal ketat seluruh program dan teknologi yang telah diberikan oleh PNM.
“Saya minta dinas terkait tidak tinggal diam. Kawal seluruh program, mesin, dan teknologi yang sudah dibantu oleh PNM. Pastikan semuanya dirawat, dimanfaatkan secara optimal, dan berkelanjutan, sehingga dampaknya benar-benar terasa untuk peningkatan kesejahteraan warga Magetan,” tegas Bupati.
Selain fokus pada hilirisasi produk lokal, pertemuan strategis tersebut juga membahas rencana besar di bidang peningkatan kualitas SDM dan pendidikan. Agenda ke depan meliputi kerja sama program pendidikan jenjang Magister (S2) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magetan, serta rencana strategis pendirian kampus Politeknik Negeri Madiun (PNM) di wilayah Kabupaten Magetan.(Prokopim/gtm/rio)














