Pelaksanaan panen dan tanam tebu serentak yang terhubung secara virtual dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting dalam mendukung percepatan swasembada gula nasional. Kegiatan yang digelar di Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro pada Kamis (18/0/2026)ini, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan produktivitas tebu melalui program bongkar ratoon yang saat ini terus digencarkan di Kabupaten Magetan.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri, menyampaikan bahwa untuk tebu yang siap panen dan akan dikirim ke PG Poerwodadie, luas areal yang dipanen mencapai sekitar 400 hektare. Menurutnya, program bongkar ratoon menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu sekaligus kesejahteraan petani.
“Dengan kegiatan tanam dan tebang tebu melalui program bongkar ratoon ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Karena rendemen tebu akan menjadi lebih baik, sehingga hasil yang diperoleh petani juga meningkat dan berdampak pada peningkatan pendapatan mereka,” ucapnya.
General Manager PG Purwodadie, Philipus Setyawirawan menjelaskan bahwa target program bongkar ratoon tahun 2026 di Kabupaten Magetan mencapai 1.200 hektare. Hingga saat ini, sebanyak 1.000 hektare telah terealisasi dan mendapatkan Surat Keputusan (SK), sedangkan sisanya seluas 200 hektare masih dalam proses penyelesaian dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan ke depan.
Selain itu, pelaksanaan program di wilayah kerja PG Poerwodadie maupun PG Redjosarie juga menunjukkan perkembangan positif. Bibit tebu untuk program tersebut telah mulai didistribusikan kepada petani, termasuk varietas baru yang diperkenalkan untuk mendukung peningkatan produktivitas.
Varietas tersebut tidak hanya memiliki karakter masak lambat yang selama ini banyak digunakan, tetapi juga dilengkapi jenis masak awal sehingga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pasokan bahan baku pabrik gula secara lebih optimal.
Melalui sinergi antara pemerintah, pabrik gula, dan petani tebu, program bongkar ratoon diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tebu.(Prokopim/edh/











