Kepala Desa Rejomulyo, Aris Purwanto, menyampaikan komitmennya dalam mengoptimalkan pemanfaatan kebun pekarangan warga melalui program ketahanan pangan desa. Aris menilai masih banyak lahan pekarangan yang kurang produktif dan perlu didorong agar memberikan nilai manfaat bagi masyarakat.
Menurut Aris, dana ketahanan pangan dari dana desa yang jumlahnya terbatas harus dimanfaatkan secara tepat dan berkelanjutan, bukan sekadar program sekali pakai. Karena itu, pihaknya berinisiatif mengalokasikan anggaran untuk pembelian bibit pisang Cavendish yang saat ini memiliki prospek pasar cukup baik.
“Pisang Cavendish sekarang banyak dicari, termasuk untuk kebutuhan SPPG dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Ini peluang yang harus kita tangkap,” ujarnya.
Dalam tahap awal, program ini menyasar 50 (lima puluh) keluarga yang memiliki kebun pekarangan. Masing-masing keluarga akan menerima 2 (dua) bibit pisang Cavendish untuk ditanam. Sementara itu, warga yang memiliki kemampuan lebih juga didorong untuk membeli dan menanam bibit secara mandiri guna mempercepat pengembangan komoditas tersebut.
Aris menargetkan, dalam kurun waktu satu tahun ke depan Desa Rejomulyo dapat dikenal sebagai desa penghasil pisang Cavendish di Kabupaten Magetan. Aris berharap gerakan ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Program tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, yang mendorong masyarakat untuk menanam pisang Cavendish sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
“Desa Rejomulyo sangat mendukung gerakan menanam pisang Cavendish ini. Harapannya, selain membantu program pemerintah, kita juga bisa membangun branding desa sebagai sentra penghasil pisang Cavendish,” pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.ndi / IKP1)










