Sosialiasi Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia/Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural

Magetan-Dinas tenaga kerja Kabupaten Magetan mengadakan sosialisasi pencegahan tenaga kerja Indonesia/pekerja migran Indonesia non prosedural yang dislenggarakan di Kantor Kecamatan Poncol pada hari Rabu (28/11).

Latar belakang terjadinya TKI Non Prosedural yaitu kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan TKI. Menurut Ir.Suyadi,M.MA selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan menjelaskan, menjadi TKI Non Prosedrual sangat merugikan bagi TKI karena sponsor/calo/orang yang menjanjikan pekeerjaan dapat melarikan uang yang disetor oleh calon TKI, tidak aman Karena tidak mendapat jaminan perlindungan di Negara penempatan, bisa diperlakukan tidak manusiawi mulai dari penampungan sampai ke luar negeri, gaji sangat rendah bahkan tidak ada yang tidak dibayar karena tidak memiliki kekuatan hukum, dibatasi hak dan kewajibannya oleh majikan, selalu was-was kawatir ditangkap oleh aparat keamanan Negara setempat jika tertangkap akan dideportasi, tidak mendapat jaminan asuransi jika menngalami, sakit, musibah, kecelakaan dan kematian.

Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada TKI. Mengapa banyak yang tertarik menjadi migran Indonesia? Lapangan pekerjaan dan data tarik gaji yang tinggi diluar negeri menjadi alasan utama mengapa TKI memilih bekerja di luar negeri menjadi alasan utama mengapa memiloh bekerja di luar negeri.

Selanjutnya kami informasikan bahwa beberapa waktu yang lalu, pelayanan publik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan telah diaudit oleh tim independen untuk mendapatkan sertifikast ISO 9001. (Wan)

  • Sosialiasi Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia/Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural
  • Sosialiasi Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia/Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural