Forum Dialog Literasi Media Ceria dan Pintar Bemedia Sosial Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian

Magetan-Forum Dialog Literasi Media dalam rangka meningkatkan pemahaman dan peran masyarakat terkait pentingnya bijak bermedia sosial. Acara tersebut diselenggarakan di Kintamani Hotel dan Resort, Sarangan. (18/10)

Acara tersebut di buka oleh Wakil Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti Spd.Mpd dan narasumber dari Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi, M.Si,

 

Hj. Nanik Endang Rusminiarti Spd.Mpd dalam sambutanya, tingginya pengguna media sosial berbasis online dalam dunia modern memiliki dampak tersendiri terhadap Masyarakat. Dampak Positif dari kemudahan akses terhadap media sosial juga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan, dari berjualan online sampai usaha jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dampak Negatif salah satunya banyak informasi hoax atau informasi palsu yang beredar. Terkadang berita hoax juga mengarah kepada informasi bersifat provokatif dan selalu mengarah kepada Isu Sara. Disinilah perlunya sering dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan internet khusunya media sosial secara sehat dan aman. Termasuk mengedukasi masyarakat dalam menyebarluaskan informasi yang bebas dari Hoax dan Provokatif.

Menurut Gun Gun Siswadi M.Si. penetrasi pengguna internet di Indonesia dari total populasi Masyarakat Indonesia yaitu 262 Jiwa dengan pengguna internet sebanyak 143,26 jiwa jadi sekitar 54,68 % Masyarakat Indonesia adalah pengguna internet aktif menurut survey tahun 2017. Perlunya warga melek digital, warga khususnya generasi muda mampu berpikir kritis terhadap semua konten yang ada didalam media digital, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat memanfaatkan kebebasan berinformasi ini secara baik, menyadari pentingnya beretika dimedia jejaring sosial, warga yang melek media ini diharapkan akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka. (Wan)

  • Forum Dialog Literasi Media Ceria dan Pintar Bemedia Sosial Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian