Tidak Hanya Mencatat, Menag: Penghulu adalah Pembina Generasi Muda

kemenag.go.id --Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama terus berbenah dalam layanan kepenghuluan. Setelah merevitalisasi gedung balai nikah dan manasik haji, Kemenag optimalkan peran penghulu dalam penyelenggaraan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin.

“Tidak hanya sebagai pencatat pernikahan, saya berharap penghulu bisa mentransformasikan nilai-nilai Islam yang substansial, esensisal kepada generasi muda, sehingga pasangan suami-istri punya pemahaman mendasar, terkait keluarga, relasi suami-istri, relasi orangtua kepada anak,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan sambutan pada Bimtek Bimbingan Perkawinan Pranikah Angkatan III, di Jakarta, Senin (02/04).

Acara yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini diikuti perwakilan Penghulu se-Indonesia. Tampak hadir Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi Tohor, Direktur Wahid Institute Alissa Wahid.

Menag berharap, penghulu tidak hanya menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai ASN Kemenag. Lebih dari itu, mereka juga ikut menjaga dan merawat ketahanan bangsa di tengah perkembangan zaman yang luar biasa. Caranya, memberi bekal pengetahuan yang cukup tentang rumah tangga kepada generasi muda yang akan melangsungkan pernihakan.

“Kita sebenarnya sedang berproses membina generasi mendatang untuk lebih baik,” tambah Menag.

Menag menilai bimbingan perkawinan pranikah sangat penting, dan para penghulu mendapat kehormatan untuk mempersiapakan generasi mendatang yang lebih baik.

“Kita oleh Allah diminta untuk lebih waspada, untuk mempersiapkan agar jangan sampai meninggalkan generasi mendatang yang lemah,” ujar Menag.

“Penguatan pendidikan pra-nikah, tidak hanya untuk mendesain materi dan metodologi pernikahan, bahkan sarana prasaraannya dipersiapkan dengan matang,” tandasnya. (kemenag.go.id)