Sejarah Kabupaten Magetan

  • Kabupaten Magetan pada Jaman Orde Baru
    Jembatan Gandong

    Lahirnya ORDE BARU sebagai koreksi terhadap segala bentuk penyelewengan Orde Lama yang di dominasi PKI, memulai lembaran baru dan menumbuhkan harapan untuk mengenyam kehidupan yang lebih baik di alam Kemerdekaan

    Tatanan kehidupan dikembalikan pada Pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Secara nyata hal ini ditandai oleh 2 pokok tonggak bersejarah:

  • Kabupaten Magetan Zaman Revolusi

    Sejak tahun 1950 smpai tahun 1955 usaha pembangunan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Magetan di dalam usaha mengisi cita-cita kemerdekaan tidak banyak dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh situasi negara yang sedang menghadapi gangguan keamanan.

  • Dampak Agresi Belanda di Kabupaten Magetan
    Pusat pemerintahan di Ngunut

    Persetujuan Linggarjati tanggal 19 Maret 1947 yang antara lain menyebutkan bahwa Belanda mengakui kekuasaan de fakto dari Republik Indonesia di Pulau Jawa, Madura dan Sumatra. Diartikan oleh Belanda bahwa sebelum Negara Indonesia Serikat terbentuk, Belanda yang berdaulat di Indonesia.

  • Dampak Pemberontakan PKI 1948 di Kabupaten Magetan
    Monumen Soco

    Kalau pada masa pendudukan tentara Jepang dilarang adanya organisasi politik, maka setelah kemerdekaan dengan dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden No. X tahun 1945 dalam rangka menumbuhkan azas-azas demokrasi ditanah air maka lahirlah organisasi-organisasi politik baru. Pada masa perjuangan kemerdekaan, organisasi-organisasi perjuangan yang ada misalnya KNI, Laskar Rakyat, Pesindo, Hisbullah, BPRI dan lain-lain semuanya hanya bertekad mempertahankan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berfalsafat Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45.

  • Kabupaten Magetan Zaman Perang Kemerdekaan
    Sukarno

    Pada tanggal 17 Agustus 1945 proklamasi kemerdekaan Indonesia berkumandang di seluruh dunia. Menandakan bangkitnya seluruh rakyat Indonesia mengusir segala kekuasaan asing dari Indonesia. Pada tanggal 18 Agustus 1945 lahirlah Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai badan pemerintah segera dibentuk dan dilantik berdasarkan Undang-Undang No. 1 tahun 1945.

  • Kabupaten Magetan Pada Zaman Penjajahan Jepang
    Sarangan tempo dulu

    Pecahnya perang Asia Timur Raya (Perang Dunia ke-II) ditandai oleh penyerbuan Jepang terhadap pusat pertahanan Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 8 Desember 1941. Maka cita-cita Jepang (Hokko I Chiu) untuk menguasai Asia Tenggara segera dilaksanakan, termasuk negara kita Indonesia. Pada tanggal 11 Januari 1942 mendaratlah tentara Jepang di Tarakan (Kalimantan) kemudian disusul pendaratan terhadap pulau Jawa pada tanggal 28 Pebruari 1942 di tiga tempat, yaitu Banten, Indramayu dan Rembang.

  • Kabupaten Magetan Pada Zaman Penjajahan Belanda
    Sarangan 1920

    Kabupaten Magetan dibawah pimpinan Bupati Yoso Negoro mengalami kehidupan yang tenang, semakin lama semakin ramai dan berkembang. Beliau sangat bijaksana dan berpandangan jauh. Mataram sebagai tanah kelahirannya tidak rela dijajah oleh kompeni Belanda. Beliau banyak mencurahkan perhatiannya pada kesejahteraan rakyat dan keamanan daerah Magetan. Beberapa tahun kemudian Magetan dilanda bencana alam kekurangan bahan makanan. Sehingga banyak timbul perampokan-perampokan.

  • Sejarah Berdirinya Kabupaten Magetan
    Makam Ki-Mageti

    Latar Belakang Sejarah Berdirinya Magetan

    Dalam kehidupan social budaya, ternyata melalui tulisannya banyak para ahli sejarah menyebut-nyebut Magetan. Demikian pula dalam kenyataanya, di Magetan tidak sedikit dijumpai peninggalan-peninggalan pada jaman dahulu kala, misalnya di desa Kepolorejo Kecamatan Kota Magetan, di desa Cepoko Kecamatan Panekan. Di makam Sonokeling desa Kepolorejo Kecamatan Kota Magetan terdapat sebuah makam yang membujur kearah utara selatan.