“Ngopi Bareng KAI", Kopi Lawu Hadirkan Kopi Khas Magetan

Dipublikasikan 01/02/2018

SOLO, KOMPAS.com - Tenant Kopi Lawu turut meramaikan acara ngopi gratis yang diadakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (30/1/2018) sampai Rabu (31/1/2018). Di Kota Solo, Jawa Tengah, acara tersebut diadakan di Stasiun Solo Balapan.

Aprei Kurniawan, barista Kopi Lawu mengaku sedang mengenalkan kopi khas Magetan kepada masyarakat yang hadir di acara tersebut.

Menurutnya, Kopi Lawu tumbuh di tanah dengan ketinggian tertentu. Jenis kopi yang tumbuh subur di lereng Gunung Lawu Magetan, yakni Arabika dan Robusta.

Kopi Robusta tumbuh di ketinggian 600-900 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan Arabika berada di ketinggian 900-2.000 mdpl.

Pantauan TribunSolo.com, Selasa (30/1/2018) terdapat beberapa kopi dengan aroma berbeda yang ditawarkan, seperti kopi beraroma nangka dan cengkih.

"Ini tergantung jenis tanah dan tanaman yang ada di sekitarnya. Kalau di Lereng Lawu tanaman sekitarnya cengkih, jadi aromanya rempah," katanya.

Aprei menerangkan ia menghadirkan kopi khas Magetan tersebut dengan kualitas yang lebih unggul dan dengan teknik tertentu.

Ia mengaku jika selama ini petani di daerahnya hanya memanen biji kopi lalu langsung dijual ke tengkulak, sehingga tidak memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Kalau petani kan cuma diproses biasa. Kadang dikeringin cuma di pelataran rumah, belum lagi kalau ada ayam buang kotoran disekitar situ," katanya.

Acara " Ngopi Bareng KAI" ini dibuka mulai pukul 09.00 WIB. (Tribun Solo)